Aku sedang memperjuangkan apa yang aku pernah aku siakan.
Tetapi orang yang aku perjuangkanpun seolah tak bisa meyakinkan orang yang memperjuangkannya.
Kadang aku menyerah, semua seperti hanya aku yang berjuang.
Hanya aku yang meyakinkan bahwa aku masih bertahan.
Hanya aku yaang berusaha untuk mengulang.
Sedangkan kamu, seperti mengilang, berusaha menjauh dan melepaskan.
Tetapi orang yang aku perjuangkanpun seolah tak bisa meyakinkan orang yang memperjuangkannya.
Kadang aku menyerah, semua seperti hanya aku yang berjuang.
Hanya aku yang meyakinkan bahwa aku masih bertahan.
Hanya aku yaang berusaha untuk mengulang.
Sedangkan kamu, seperti mengilang, berusaha menjauh dan melepaskan.
Apalagi yang harus aku tunjukan?
Semua seperti terkalahkan oleh waktu.
Ego? Entah.
Waktu telah menelanku dalam kenangan. Aku tau. Aku salah melepaskanmu karna ego.
Aku tau bukan hal yang mudah untuk mencoba kembali. Kini aku yang terjatuh dalam luka.
Kamu kini mungkin sudah bahagia, menemukan sosok yang lebih sempurna. Yang lebih bisa sabar menghadapi kamu.
Hanya saja, lihatlah. Aku masih disini di persimpangan hati.
Haruskah aku pergi dan merelakan atau bertahan dan menghancurkan harapan?
Aku tak ingin menjadi penghalang untukmu. Aku tak ingin menjadi perusak kebahagiaanmu.
Hanya saja aku belum yakin untuk pergi dari sini. Hanya saja hatiku masih belum bisa menentukan.
Semua seperti terkalahkan oleh waktu.
Ego? Entah.
Waktu telah menelanku dalam kenangan. Aku tau. Aku salah melepaskanmu karna ego.
Aku tau bukan hal yang mudah untuk mencoba kembali. Kini aku yang terjatuh dalam luka.
Kamu kini mungkin sudah bahagia, menemukan sosok yang lebih sempurna. Yang lebih bisa sabar menghadapi kamu.
Hanya saja, lihatlah. Aku masih disini di persimpangan hati.
Haruskah aku pergi dan merelakan atau bertahan dan menghancurkan harapan?
Aku tak ingin menjadi penghalang untukmu. Aku tak ingin menjadi perusak kebahagiaanmu.
Hanya saja aku belum yakin untuk pergi dari sini. Hanya saja hatiku masih belum bisa menentukan.
Mereka berkata, untuk apa kamu memperjuangkan dia?
Dia tak lagi mengharapkanmu dalam kehidupannya.
Bukan kamu lagi yang menjadi bidadari dalam mimpinya.
Bukan kamu! Sadarlah.
Dia tak lagi mengharapkanmu dalam kehidupannya.
Bukan kamu lagi yang menjadi bidadari dalam mimpinya.
Bukan kamu! Sadarlah.
Tapi taukah kamu? Ini bukan hal yang mudah.
Semua kekacauan ini seolah hendak menguras isi otakku, isi hatiku dan airmataku.
Aku masih menyayangi kamu, bahkan sampai saat ini.
Luka besar ini masih menganga dihati setelah kamu pergi.
Sekuat apapun aku berusaha pergi. Berlari sejauh mungkin, kenangan itu selalu mengikutiku. Bahkan memaksaku untuk mengingatmu.
Sekuat apapun aku berusaha mencari yang lebih darimu. Masih saja sosokmun yang ada dihadapanku.
Aku tak ingin memaksamu.
Aku takkan pergi walaupun kamu melupakanku.
Tetapi jika kamu memaksaku untuk pergi, maka dengan langkah tertatih aku akan mengilang dari kehidupanmu.
Semua kekacauan ini seolah hendak menguras isi otakku, isi hatiku dan airmataku.
Aku masih menyayangi kamu, bahkan sampai saat ini.
Luka besar ini masih menganga dihati setelah kamu pergi.
Sekuat apapun aku berusaha pergi. Berlari sejauh mungkin, kenangan itu selalu mengikutiku. Bahkan memaksaku untuk mengingatmu.
Sekuat apapun aku berusaha mencari yang lebih darimu. Masih saja sosokmun yang ada dihadapanku.
Aku tak ingin memaksamu.
Aku takkan pergi walaupun kamu melupakanku.
Tetapi jika kamu memaksaku untuk pergi, maka dengan langkah tertatih aku akan mengilang dari kehidupanmu.
Mungkin aku hanya belum bisa menjauh darimu. Maka maapkan
tingkahku yang begitu memuakkan dihadapanmu.
Hanya saja aku masih belum mampu melupakanmu.
Mungkin nanti, entah kapan. Ketika aku lelah, akupun akan pergi.
Ketika itu pula semoga kamu menyadari siapa yang sudah lelah memperjuangkan kamu.
Hanya saja aku masih belum mampu melupakanmu.
Mungkin nanti, entah kapan. Ketika aku lelah, akupun akan pergi.
Ketika itu pula semoga kamu menyadari siapa yang sudah lelah memperjuangkan kamu.
No comments:
Post a Comment
Mari berbagi, silahkan mengisi.