Tuesday, November 3, 2015

Sincerely, Yang Merindu.

Berusaha tak memikirkanmu akhir-akhir ini mungkin sudah berhasil kulakukan.
Larut dalam tugas, hah, tugas terus datang tiap hari mengejarku sampai aku lumpuh untuk berlari. Game, huh, game yang selalu manja minta diupdate dan kesibukanku mengutak-atik controller yang baru kupinjam. Modem, yah, modem yang kubiarkan menyala berjam-jam dan kubiarkan habis karna updatean yang gak terduga. Dan kopi, meh, secangkir kopi disaat aku butuh secangkir rasa hangat saat rasanya dunia ini penuh omong kosong tak bermakna.

Tapi, ada saat-saat dimana aku terlalu rindu kamu.
Saat heningnya malam mulai menyapa, saat adamu sudah tak lagi kurasa.
Aku benar-benar pernah terlalu rindu kamu.
Pagi yang terlalu terbiasa dengan kabarmu, malam yang selalu berakhir dengan suara beratmu.
Aku pernah berkali-kali jatuh merindumu.
Tiap aku mencoba menepikanmu, segaris senyum jahatmu selalu memaksaku untuk terus memikirkanmu. Aku merindukan senyum itu.
Merindumu itu menyiksaku.