Setiap kali, saat pagi datang aku selalu menyapa matahari dengan hangat. Kantung mataku tak berarti apa-apa. Disetiap pagiku, seduhan kopi selalu menyegarkan ingatanku bahwa malam tak begitu panjang untuk ditangisi. Entah mengapa, kali ini seduhannya menghadirkan rasa pahit, aku kehilangan rasa manis dicangkirku.
Benar saja, semerbak aroma itu terus membangunkan ingatanku tentangmu, tentang kopi yang selalu kau hadirkan ditengah pembicaraan kita. Secangkir kopi yang selalu menemani hari-hari gelisahmu. Secangkir kopi hangat menghasilkan banyak cerita yang ingin kutahu.
