Friday, October 16, 2015

Kamu dan Secangkir Kopi

Setiap kali, saat pagi datang aku selalu menyapa matahari dengan hangat. Kantung mataku tak berarti apa-apa. Disetiap pagiku, seduhan kopi selalu menyegarkan ingatanku bahwa malam tak begitu panjang untuk ditangisi. Entah mengapa, kali ini seduhannya menghadirkan rasa pahit, aku kehilangan rasa manis dicangkirku.

Benar saja, semerbak aroma itu terus membangunkan ingatanku tentangmu, tentang kopi yang selalu kau hadirkan ditengah pembicaraan kita. Secangkir kopi yang selalu menemani hari-hari gelisahmu. Secangkir kopi hangat menghasilkan banyak cerita yang ingin kutahu.

Wednesday, October 14, 2015

Kamu dan Ketakutanku

Kamu dan balon,
Sama-sama pernah menjadi yang paling kusuka, sama-sama menjadi apa yang paling kutakuti sekarang.
Sesekali rasanya ingin kudekati, sekuat tenaga pula aku menjauh dan lari.
Kadang ingin kusentuh, namun asaku tak mampu.
Tanganku berharap bisa membawanya berjalan dan pulang, rasa takutku mengatakan jangan sekali-sekali.

Sunday, October 11, 2015

Sudah, ya?

Ragu-ragu tapi aku rindu. Kalau tak dicoba aku takkan tau.
Ada 5menit sepertinya aku menatap kontak dengan nomer handphone yang familiar dan tanpa basa-basi ku hapal diluar kepala. Mencoba meyakinkan hatiku utnuk menekan tombol dial.
"Kalau dia gak angkat telponku, aku mundur", yakinku dalam hati.
Aku mulai men-dial nomernya, menunggu.
Aku berharap ada suara yang menyambutku dengan hangat seperti biasa diujung sana. Suara yang menenangkan hari-hariku. Suara yang menjadi favoritku. Suara yang sampai saat ini sangat kurindukan. Suara yang berat tetapi sangat manis.