Seperti biasa, kali ini aku duduk di koridor. Kakiku memaksa
untuk menuju keparkiran dan segera pulang. Seharian senatap papan tulis membuat
mataku agak senewen. Tetapi, keinginanku memaksa untuk duduk saja disini.
Baiklah, kakiku harus mengalah. Aku mengambil laptopku, mencoba menuliskan
beberapa cerita, hm cerita yang mungkin
tak dimengerti oleh semua orang. Aku suka bercerita tentang kenyataan,
tetapi membuatnya seolah hanya fiksi tak nyata.
Oh iya, biasanya, jam segini aku mendengar suara pantulan bola dilapangan. Suara-suara
teriakan isyarat meminta bola. Suara decit sepatu yang bergesekan dengan lantai
lapangan. Tapi, sayangnya kali ini tak ada jadwal latihan. Haha.
